Custom Search
Tampilkan postingan dengan label Puisi Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Juli 2010

Puisi Ramadhan


Ada sekuntum hari
Dimana wanginya mengharumi bumi sepanjang waktu
Karena saat itulah kemahamurahan sang Khaliq berlimpah
Menyatu pada segala inti hidup

Adalah Ramadhan
Ia bertelaga bening
Airnya mutiara maghfiroh
Gericiknya dzikir dan tadarrus
Tepianya doa lemah lembut, lirih dan berpasrah hati
Siapa tak ingin jadi ikannya?
Mari berenang dengan kesunyian nafsu
Agar setiap sirip kita tak patah sia-sia

Ia rahasia
Tak sekedar lapar dahaga
Tapi sesungguhnya itulah hakekat cinta
Dan salah satu cara bertegur sapa dengan Alloh
Karena dengan lapar dan haus
Kita bisa lebih menyadari bahwa kita tak berpunya
Bisa lebih memahami
Bahwa kita tak lebih dari sebutir debu
Di antara kemahaluasan-Nya

Ia sepantasnya dirindukan
Karena ia lebih

Di cakrawala bertebar pengampunan, rakhmat
Dan segala kebaikan
Juga nuzulul qur’an dan lailatur qodar

Senin, 05 Juli 2010

Syair Ramadhan


Ramadhan bulan yang mulia,
Ia bulan yang istimewa,
Beribadah padanya mendapat pahala,
Dijauhkan dari seksaan neraka.

Bulan keampunan doa diterima,
Puasa itu mendidik jiwa,
Menahan lapar dan dahaga,
Lebih utama menahan rohaninya.

Bulan lailatul qadar yang istimewa,
Diturunkan kitab al-Quran padanya,
Solat tarawih pada malamnya,
Begitu khusyuk jiwanya rela.

Hayatilah bulan mulia ini,
Muhasabah diri menjadi terpuji,
Bermuhajadah melawan nafsu diri,
Supaya menjadi mukmin sejati.

Nur Ramadhan


Telah tibalah pelita ramadhan
yang tiada tandingannya
memancarkan cahaya yang
terang-benderang
walaupun ia hanya
terjadi sekali saja
namun kejadiannya sangat
menakjubkan.

Puasa
mendidik kita supaya
membaiki diri
menginsafkan kita
di kala menderita
dan sabarlah yang
menjadi kekuatan iman.

Solat tarawih ibadah
yang istimewa
merasakan kehambaan dan
kerdilnya kita di hadapan Tuhan.

Ramadhan
menghadiahkan kerahmatan
menghadiahkan keampunan
menghadiahkan kenikmatan.

Zakat
tunaikanlah ia
pada akhir Ramadhan
agar mereka yang susah
tidak meminta
pada hari raya.

Moga nur Ramadhan
menyala buat selama-lamanya.

Nikmat Ramadhan


Ramadhan
yang lazat
rasanya begitu sedap
rasanya begitu enak
rasanya begitu manis.

Nikmat puasa
pada pagi hari
menahan lapar
dan dahaga
mengisinya dengan
kerohanian.

Nikmat solat tarawih
pada malam hari
menghadap Tuhan yang Esa
dengan rohani yang khusyuk
bersama keimanan,
kehambaan dan ketaqwaan.

Begitu nikmatnya
bulan Ramadhan ini
nikmat yang tiada terhingganya
terasa insaf
tersa hamba
terasa asyik
terasa bertuhan
terasa cinta.

Ramadhan
hampir menutup tirainya
pergi meninggalkan kesan
yang mendalam
dan Syawal pun
membuka tabirnya.
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template